LEMBATA, AKSARANEWS.NET , 28 Januari 2026 — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., secara resmi menyerahkan aset daerah terbangun berupa sistem air minum Mata Air Wai Wu kepada Pemerintah Desa Nubahaeraka, Lusilame, Lerek, Atakore, Lewogroma, dan Nubatalojo, sekaligus meresmikan masuknya air bersih ke Dusun Lewokurang, Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei.
Penyerahan aset ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh para kepala desa sebagai simbol peralihan pengelolaan dari Pemerintah Daerah kepada pemerintah desa dan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Manajer PLN UIP Nusra, Direktur Yayasan PAPA Indonesia , Asisten II dan Asisten III Setda Kabupaten Lembata, pimpinan OPD, Camat Atadei, Para Kepala Desa, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. Rombongan Bupati disambut dengan prosesi adat setempat sebagai ungkapan syukur dan penghormatan masyarakat.
Peresmian air bersih ditandai dengan pemutaran kran air oleh Bupati Lembata bersama Direktur Yayasan PAPA Indonesia, menandai mengalirnya air bersih ke wilayah yang selama ini diyakini masyarakat tidak mungkin dialiri air. Masuknya air ke Dusun Lewokurang sekaligus mematahkan mitos lama dan menjadi tonggak penting peningkatan kualitas hidup warga.
Dalam sambutannya, Camat Atadei menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat desa. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, Bupati Lembata, PLN Peduli, serta Yayasan PAPA Indonesia atas dukungan dan kolaborasi yang terbangun.
Sementara itu, Bupati Lembata dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya tidak hanya menyerahkan aset daerah, tetapi saya menyerahkan seluruh jiwa dan raga saya untuk masyarakat Lembata,” tegas Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga, merawat, dan mengelola fasilitas air bersih ini secara bertanggung jawab, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang, serta tetap menjaga persatuan dan koordinasi antarwarga dan antardesa.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan secara terbuka kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap bergandengan tangan dan memahami keterbatasan fiskal yang turut berdampak hingga ke tingkat desa.
Penyerahan aset ini merupakan tindak lanjut dari permohonan hibah Barang Milik Daerah yang diajukan sejak September 2025 dan menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan Kabupaten Lembata: “Lembata Maju, Lestari, dan Berdaya Saing.” Kegiatan ini selaras dengan misi keempat pembangunan daerah, yakni meningkatkan akses masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang andal dan merata.
Jaringan Air Minum Mata Air Wai Wu telah dibangun secara bertahap sejak tahun 2016, meliputi pembangunan air baku, saluran pembawa tertutup, serta jaringan distribusi air bersih. Mata air ini memiliki kapasitas debit sekitar 5–7 liter per detik, didukung dua pompa transit, tiga reservoir berkapasitas masing-masing 100 meter kubik, serta sistem perpipaan yang memungkinkan pengembangan layanan ke desa-desa sekitar.
Pada tahun 2025, telah dibangun 83 sambungan rumah di Dusun Waiwejak, Desa Nubahaeraka, sehingga cakupan layanan air minum layak mencapai 100 persen. Selain itu, juga dibangun 25 unit sanitasi individual layak di Dusun Lewokurang, dengan tingkat akses sanitasi layak dan aman mencapai 90 persen.
Nilai perolehan aset Barang Milik Daerah berupa bangunan dan jaringan air minum Mata Air Wai Wu yang diserahkan kepada desa mencapai Rp6.277.021.695,00. Aset ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas rumah tangga, pertanian, peternakan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima, disaksikan oleh seluruh undangan dan masyarakat, sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang berkelanjutan di Kecamatan Atadei.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi dan penghijauan desa, kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan anakan mente kepada Pemerintah Desa Nubahaeraka, yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai komoditas produktif bagi masyarakat.
Dengan penyerahan aset ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap pelayanan air bersih di wilayah selatan Lembata semakin optimal, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Sumber : Prokompim Lembata



















