LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Pembagian rapor menjadi momen penuh haru bagi anak, orang tua dan guru. Di balik angka-angka yang tertulis, ada proses panjang belajar, jatuh bangun dan usaha terbaik yang telah dilalui anak-anak.
Sekolah menegaskan bahwa menjadi juara memang membanggakan, namun membentuk karakter anak jauh lebih penting dari pada sekadar peringkat. Anak-anak diajarkan bahwa nilai bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kejujuran saat mengerjakan tugas, sikap sopan kepada guru dan teman, keberanian untuk mencoba, serta ketulusan untuk terus belajar adalah prestasi yang sering kali tak tertulis di rapor, namun sangat berarti dalam kehidupan.
“Raport bukan sekedar nilai tetapi lebih kepada sikap dan karakter dan itu lebih penting dia berhasil atau tidak Ketika anakmemiliki ketangguhan,kehebatan didalam melaui hari-hari belajar melewati kesulitan dan tantangan yang dia hadapi.Raport itu bukan tentang juara berapa tetapi sarana untuk mencatat proses,tentang usaha,perkembangan pribadi dan kemampuan intelektual serta Langkah kecil anak anak dalam belajar sesuai tahap dan kemampuan masing-masing”
Demikian sambutan Suster Kepala Sekolah E Resti Wijaya SDK I Santo Tarsisius Lewoleba Ketika membuka kegiatan Pembagian Raport,19/12/2025.
“Setiap anak itu istimewa dan berbeda caranya masing-masing bertumbuh. Tidak semua harus menjadi juara kelas, tetapi semua harus tumbuh menjadi pribadi yang bai,ada yang menonjol dalam sikap sosial emosional ada juga yang kuat dalam kemampuan Bahasa,berhitung dan motorik” ungkap Suster Kepala Sekolah E Resti Wijaya
Melalui pembagian rapor ini, sekolah dan orang tua kembali diingatkan bahwa pendidikan adalah tentang memanusiakan manusia—menemani anak tumbuh dengan hati, membimbing mereka menjadi pribadi yang berkarakter, dan mempersiapkan masa depan yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bermakna.
Dalam sambutannya, E Resti Wijaya menegaskan bahwa pembagian rapor bukan hanya menjadi ajang melihat hasil belajar anak secara akademik, tetapi juga momentum evaluasi bersama dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini. Ia menyampaikan bahwa prestasi dan juara hanyalah bonus, sementara yang paling utama adalah pembentukan sikap dan kepribadian anak.
“Juara itu hanyalah bonus. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita dibentuk karakternya sejak SD, agar tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki sikap saling menghargai,” ujar Kepala Sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Sunarsi salah satu guru di SDK 1 Santo Tarsisus Lewoleba memberikan sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat kepada orang tua dan siswa. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman antara sekolah dan keluarga dalam membiasakan perilaku positif anak, baik di sekolah maupun di rumah.
7 Kebiasaan tersebut terdiri dari
- Bangun pagi penuh disiplin
- Beribadah
- Berolaraga
- Makan sehat bergizi
- Gemar belajar
- Bermasyarakat
- Tidur cepat dan cukup
“Karakter tidak muncul begitu saja,ia dibangun hari demi hari melalui pilihan dan Tindakan yang kita lakukan secara berulang-ulang, tujuh kebiasaan ini perlu diterapkan secara konsisten. Pendidikan karakter akan berhasil apabila ada kolaborasi multi-pihak sekolah Masyarakat dan tokoh berjalan bersama dalam mendampingi anak-anak dan dipantau serta dievaluasi secara berjenjang,” tambah Nar
Kegiatan pembagian rapor berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban. Para wali kelas menyampaikan perkembangan belajar peserta didik kepada orang tua, termasuk capaian akademik, sikap, serta hal-hal yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dengan adanya kegiatan ini, sekolah berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek akademik maupun karakter.
Penulis: Indah Purnama Dewi



















