LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Suasana di PPI Amagarapati, Larantuka, Sabtu malam (20/12/2025) tampak ramai. Pengunjung hilir mudik, transaksi masih berlangsung di sejumlah stan yang menjajakan berbagai produk lokal, para pelaku UMKM sibuk melayani pembeli.
Di hari terakhir itu, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen hadir menutup secara resmi kegiatan Pameran Pembangunan dan Festival UMKM dalam rangka HUT Provinsi Nusa Tenggara Timur ke-67.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak Selasa, 16 Desember, mengusung tema: UMKM berjaya, NTT berdaya, cintai produk NTT.
Dalam sambutannya, Bupati Anton Doni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan dan ruang promosi, termasuk dukungan anggaran sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Di tengah keterbatasan fiskal, dukungan pemerintah provinsi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM di Flores Timur. Tanpa dukungan promosi dan ekosistem yang memadai, UMKM disebut akan sulit berkembang.
“Kegiatan ini adalah penciptaan ekosistem perkembangan UMKM yang penting buat daerah kita. Karena kalau UMKM tidak didorong dengan sarana promosi, ekosistem promosi yang baik, maka juga kita sulit berkembang,” ujar Anton Doni.
Partisipasi UMKM dalam pameran ini dinilai cukup baik. Dari target 50 UMKM, sebanyak 32 pelaku usaha ikut ambil bagian, dengan capaian transaksi yang dinilai positif selama kegiatan berlangsung
Bupati Anton Doni menyebut pameran ini sebagai langkah awal kepemimpinan Gubernur NTT Melki Lakalena dalam menempatkan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Selain promosi, pemerintah kabupaten dan provinsi juga memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan. Tahun ini, puluhan pelaku UMKM Flores Timur mengikuti pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTT.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur sendiri, lanjut Anton Doni, juga pernah membawa 20 pelaku UMKM untuk mengikuti pameran di Sarinah, Jakarta. Langkah ini dilakukan agar produk lokal memiliki akses pasar yang lebih luas.
“Karena itu, semoga semua langkah kita untuk pemberdayaan UMKM ini dapat membawa hasil pada akhirnya. Dan walaupun di 2026 anggaran kita relatif tipis untuk membangun UMKM, kita masih boleh berharap bahwa perkembangan UMKM kita ini dapat berkembang pada masa-masa yang akan datang dengan lebih baik,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyoroti inovasi produk UMKM lokal, salah satunya pupuk organik cair berbahan limbah ikan dengan nama DomingGROW dari Sandominggo, Larantuka. Menurutnya, produk ini sebagai inovasi dengan daya ungkit yang besar bagi potensi perikanan Flores Timur.
“Bagi saya, ini adalah inovasi yang bertenaga besar untuk Flores Timur ini,” sebut Anton Doni, seraya menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan produk tersebut, termasuk dalam hal perizinan dan standarisasi.
Ia berharap inovasi seperti DomingGROW dapat melengkapi produk unggulan lainnya seperti Virgin Coconut Oil (VCO) produk Fonara dan air mineral Solor sehingga dapat menjadi produk unggulan Flores Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Wilayah V, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Wilayah IV, serta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa NTT.
Selain itu, hadir juga Wakil Bupati Flotim, Sekda, pimpinan OPD, Wakapolres, Dandim, BUMN/BUMD, anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin, anggota DPRD Flotim, Yoseph Sani Betan, para undangan lainnya, serta masyarakat umum. (Tino Watowuan)



















