LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lembata merespon cepat kenaikan status erupsi Gunung Berapi Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata.
PMI Lembata langsung memberi dukungan kepada pemerintah Kabupaten Lembata dengan mendistribusikan sebanyak 1000 masker kepada masyarakat di sejumlah desa yang masuk zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB) Erupsi Lewotolok.
Respon cepat PMI Lembata membagikan masker ini, hanya satu hari berselang setelah Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok pada Rabu 2 Juli 2025 mengumumkan kenaikan status erupsi Ile Lewotolok dari Level II (Waspada) ke Level III ( Siaga).
Sekretaris PMI Lembata, Ben Assan kepada media ini pada Kamis, 03 Juli 2025 siang mengatakan bahwa PMI langsung merespon ketika aktivitas gunung Ile Lewotolok meningkat.
“Ketika mendapat informasi status gunung meningkag, kami (PMI) langsung respon, kita punya gudang logistik di Kupang (PMI Provinsi NTT). Dan baru kemarin kita minta dukungan dan langsung didistribusikan dengan kapal feri,” Ucap Ben
Lebih lanjut Ben mengatakan, karena aktivitas gunung pasti meningkat dan warga sangat berisiko terdampak abu vulkanik. Hari ini kita bawa sedikit, tapi akan kita koordinasikan lagi dengan PMI NTT dan PMI Pusat agar dukungan masker diperbanyak termasuk air bersih.
Pantauan media ini, Benediktus Kia Assan terlihat bersama Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir membagikan masker kepada masyarakat mulai dari Desa Amakaka Kecamatan Ile Ape hingga Desa Jontona Kecamatan Ile Ape Timur.
Sebanyak 1000 masker kain yang didistribusi PMI Lembata langsung disebarkan ke masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lembata Kanis Tuaq usai menyerahkan masker dari PMI Lembata menyebutkan pihaknya juga membutuhkan dukungan lain PMI Lembata seperti layanan air bersih.
“Nanti BPBD tolong diupayakan komunikan dengan PMI agar bisa dapat dukungan layanan air bersih” ujar Kanis Tuaq pada Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Hanriss Koban.