LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Anggota DPR RI sekaligus Ketua Komisi IV Ahmad Yohan, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) hadir di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur tak pernah diragukan. Wakil rakyat yang akrab disapa AYO ini, terus menunjukkan kepeduliannya lewat berbagai bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan warga, khususnya di Kabupaten Lembata.
Hari ini, Jumat, 28 November 2025 di Pelataran TPI Kabupaten Lembata AYO memberikan Bantuan perikanan berupa, 127 Paket API (Alat Penangkapan Ikan), 40 Unit Coolbox, 13 Unit Mesin Tempel dan 2 Unit Feezer.
Tampak hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Sekretaris DPD PAN Lembata, Ghazali Iskandar, Anggota DPRD Gaspar Sio Apelaby, Kadis Perikanan Hadi Umar, serta para penyuluh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Peralatan itu menyasar kelompok nelayan kecil yang selama ini bekerja dengan modal seadanya dan kerap kehilangan peluang pasar karena keterbatasan penyimpanan ikan segar.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, yang mana juga sebagai Ketua DPD PAN Lembata menyerahkan langsung bantuan tersebut di hadapan nelayan Kabupaten Lembata.
Kanis menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar barang bawaan dari pusat, melainkan stimulus ekonomi yang harus dikelola dengan kesungguhan.
“Nilainya tidak murah. Rawat baik-baik, jangan dijual,” ujar Tuaq.
Menurut Kanis, alat tangkap baru tersebut akan menjadi sia-sia bila tidak dipakai untuk mengangkat produktivitas. Bantuan itu harus menjadi modal kerja karena itu pemerintah hadir sebagai pemantik, bukan sandaran permanen.
“Kepada Dinas Perikan saya berikan instruksi khusus monitoring dan evaluasi terkait bantuan ini, sebab keberhasilan program ini tidak diukur dari jumlah paket yang dibagikan tetapi perubahan pendapat,” Tegas Kanis
Bupati pada kesempatan tersebut mengatakan, kehadiran AYO dan dirinya sebagai Bupati tentu tidak bisa memuaskan seluruh masyarakat.
Kanis berharap bantuan ini bukan menjadi akhir, melainkan awal. Awal bagi nelayan Lembata untuk berdiri lebih tegak, lebih mandiri, dan lebih percaya pada kemampuan mereka sendiri untuk mengubah nasib di laut yang menjadi ruang hidup mereka sejak lama.


















